Salurkan suara anda untuk menunjang karya pendidikan


    Samudra Raksasa ditemukan di dalam perut bumi

    Share
    avatar
    arsetohp

    Number of posts : 241
    Age : 37
    Location : Entrepreneurship
    Job/Class : Airsoft, Collectors
    Registration date : 2009-02-25

    Samudra Raksasa ditemukan di dalam perut bumi

    Post  arsetohp on Wed Mar 04, 2009 9:20 am

    Ketika ilmuwan memayar (scan) di kedalaman bagian dalam bumi menemukan
    sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara
    dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan kutub utara. Yang
    tampak di sisi kiri gambar atas adalah sebuah gambar bidang singgung
    gambar sebelah kanan, menampakkan ketidaknormalan atenuasi (pelemahan)
    gelombang kejut dalam mesofer di kedalaman 620 mil di bawah tanah. Di
    antara kedua gambar tersebut, warna merah menerangkan lapisan batuan
    yang luar biasa lemah dan gembur, dan dianggap bagian dalamnya banyak
    mengandung air, sedangkan warna biru menerangkan batuan yang luar biasa
    keras (warna putih dan kuning terletak di tengah-tengah).

    Untuk pertama kalinya manusia menemukan sistem air raksasa di mesosfer bagian dalam.
    Menurut laporan life science com, bahwa ketika memayar di kedalaman
    bagian dalam bumi, ilmuwan menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia
    Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan
    Antartika atau lautan Kutub Utara. Ini adalah kali pertamanya manusia
    menemukan sebuah sistem air raksasa di mesofer bagian dalam.

    Temuan ini adalah hasil penelitian bersama ahli geologi dari
    Universitas Washington yakni Michael Wysession dengan Jesse Lawrence,
    mahasiswanya dari Universitas California, dan temuan ini akan
    dipublikasikan di monograf terbitan lembaga geofisika Amerika. Mereka
    berdua telah mengalisis bersama grafik gelombang kejut sebanyak hampir
    600.000 bagian (catatan gelombang kejut yang muncul ketika gempa bumi
    melintasi bumi, dikumpulkan dari peralatan yang tersebar di berbagai
    daerah di dunia).

    Mereka mendapati, bahwa gelombang gempa di bawah daratan Asia
    memperlihatkan fenomena yang lemah, selain itu kecepatannya juga
    sedikit melamban, Wysession mengatakan : “Air dapat memperlambat
    kecepatan gelombang gempa, sejumlah besar tanda-tanda melamban dan
    melemahnya hal tersebut dapat memprediksi di mana terdapat air.”
    Menurut perhitungan sebelumnya, bahwa ketika lapisan batuan dingin
    tenggelam ke dalam mesofer di bawah tanah sedalam ribuan km, suhu
    tinggi di kedalaman bawah tanah akan mengeluarkan uap air dalam lapisan
    batu tersebut.
    Wysession menuturkan : “Itulah yang akan kami tunjukkan di sini, air
    dalam lapisan batuan tersebut tenggelam bersama lapisan batuan dasar
    laut dan air itu sangat dingin, namun seiring dengan membesarnya
    tingkat kedalaman, suhu akan mulai naik, dan lapisan batuan mulai tidak
    stabil, dan kehilangan air yang terkandung di dalamnya.” kemudian air
    mulai naik dan masuk ke daerah timbunan, dan di sana menjadi daerah
    jenuh air, namun di sana sekilas tampak tetap seperti lapisan batuan
    padat, dan hanya dengan meletakkannya dalam laboratorium Anda baru
    dapat menemukan air di dalamnya.”

    Meski sekilas mereka tampak seperti batuan padat, sebanyak 15 % dalam
    beberapa batuan dasar laut adalah air. Wysession menuturkan:
    “Konkretnya, air berada dalam struktur mineral batuan. Ketika Anda
    memanaskannya, ia akan menghilangkan air, sama seperti Anda membakar
    sepotong tanah liat, bisa menghilangkan semua air di dalamnya.”
    Peneliti memprediksikan, bahwa di daerah-daerah permukaan bumi yang
    diselimuti air, cukup 0.1 % lapisan batuan tenggelam ke dalam mesofer
    sudah bisa menghasilkan volume air yang setara dengan satu lautan Kutub
    Utara.
    Wysession menamakan struktur bawah tanah yang baru ini sebagai “Beijing
    abnormal”, sebab ia ditemukan di bawah Kota Beijing, China, yang nilai
    resesi gelombang gempanya terbesar. Pertama kali Wysession memakai
    istilah ini dalam sebuah penjelasannya di Universitas Beijing.
    Menurut Wysession : “Mereka merasa sangat menarik, ancaman gempa bumi
    China jauh lebih besar dibanding daerah lain di dunia, karena itu
    mereka sangat tertarik pada seismologi.”

    Sebanyak 70% permukaan bumi ditutupi oleh air, air-air ini memiliki
    banyak manfaatnya, satu di antaranya adalah memainkan peranan “pelicin”
    bagi pergerakan lempeng daratan.

    Coba lihat Venus kita, di mana menurut Wysession, bagian dalamnya
    sangat panas dan ekstrem kering, ia tidak memiliki struktur lempeng,
    semua air yang ada mungkin telah di-evaporasi (menguap), tidak ada
    lempeng, dan seluruh sistemnya ditutup.
    avatar
    sucy.Okee

    Number of posts : 852
    Age : 26
    Location : Batam Yang Warming City
    Job/Class : ][ 2 IT.a ][ -->> Ram cLass
    Registration date : 2009-03-02

    Rep : * Samudra Raksasa ditemukan di dalam perut bumi

    Post  sucy.Okee on Wed Mar 04, 2009 2:03 pm

    waduhh pak.

    adaa Lg g pndapat para astronom yg Laen Question Question
    Shocked

      Current date/time is Thu Jan 17, 2019 6:34 am